Asmaul Husna

Login

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday23
mod_vvisit_counterYesterday41
mod_vvisit_counterThis week225
mod_vvisit_counterThis month1224
mod_vvisit_counterAll125329

L I N K

 
 
telah terdaftar di
MI Nihayatul Amal Purwasari
20235896
 
telah terdaftar di
MTs Nihayatul Amal Purwasari
20217838
 
telah terdaftar di
MA Nihayatul Amal Purwasari
20217980
 

Workshop Analisis Soal
Workshop Analisis Soal - Fungsi Distraktor PDF Cetak E-mail
Sabtu, 01 Oktober 2011 09:35
Indeks Artikel
Workshop Analisis Soal
Daya Pembeda
Fungsi Distraktor
Semua Halaman

Fungsi Distraktor. Pada saat membicarakan tes objektif bentuk multiple choice item tersebut untuk setiap butir item yang dikeluarkan dalam tes hasil belajar telah dilengkapi dengan beberapa kemungkinan jawab, atau yang sering dikenal dengan istilah option atau alternatif.

Option atau alternatif itu jumlahnya berkisar antara 3 sampai dengan 5 buah, dan dari kemungkinan-kemungkinan jawaban yang terpasang pada setiap butir item itu, salah satu diantaranya adalah merupakan jawaban betul (kunci jawaban), sedangkan sisanya adalah merupakan jawaban salah. Jawaban-jawaban salah itulah yang biasa dikenal dengan istilah distractor (pengecoh).

Menganalisis fungsi distraktor sering dikenal dengan istilah lain, yaitu : menganalisis pola penyebaran jawaban item. Adapun yang dimaksud dengan pola penyebaran jawaban item adalah suatu pola yang dapat menggambarkan bagaimana testee menentukan pilihan jawabnya terhadap kemungkinan-kemungkinan jawab yang telah dipasangkan pada setiap butir item.

Suatu kemungkinan dapat terjadi, yaitu bahwa dari keseluruhan alternatif yang dipasang pada butir item tertentu, sama sekali tidak dipilih oleh testee. Dengan kata lain, testee menyatakan “blangko”. Pernyataan blangko ini sering dikenal dengan istilah omiet dan biasa diberi lambang dengan huruf O.

Distraktor dinyatakan telah dapat menjalankan fungsinya dengan baik apabila distraktor tersebut sekurang-kurangnya sudah dipilih oleh 5 % dari seluruh peserta tes.

Sebagai tindak lanjut atas hasil penganalisaan terhadap fungsi distraktor tersebut maka distraktor yang sudah dapat menjalankan fungsinya dengan baik dapat dipakai lagi pada tes-tes yang akan datang, sedangkan distraktor yang belum dapat berfungsi dengan baik sebaiknya diperbaiki atau diganti dengan distraktor yang lain.

Reliabilitas. Keajegan dan ketidakajegan skor tes merupakan fokus  dari pengkajian tentang reliabilitas. Berikut adalah faktor yang mempengaruhi perolehan skor peserta didik (Thorndike) yang berakibat pada ketidakajegan terhadap skor.

 

 Faktor yang Mempengaruhi Reliabilitas Skor

1

Karakteristik umum yang permanen peserta tes

a.       kemampuan yang dimiliki peserta didik dalam menghadapi tes

b.      kemampuan umum dan teknik yang digunakan ketika mengambil tes

c.       kemampuan umum untuk memahami petunjuk tes

2

Karakteristik khusus yang permanent peserta tes

a.       kemampuan peserta didik yang berkaitan dengan atribut yang diukur dalam sebuah tes

b.      pengetahuan dan kemampuan khusus yang berkaitan dengan soal

c.       keajegan respon peserta didik terhadap pilihan jawaban (misalnya mereka cenderung memberi jawaban A dari 4 alternatif yang disediakan atau cenderung memilih B dari soal benar salah yang disajikan)

Khusus yang berkaitan dengan soal

a.       pengetahuan khusus yang berkaitan dengan fakta atau konsep khusus

b.      pengetahuan dan kemampuan khusus yang berkaitan dengan soal

3

Karakteristik umum yang temporer seperti :

a.       kesehatan

b.      kelelahan

c.       motivasi

d.      gangguan emosi

e.       kemampuan umum dan teknik yang digunakan ketika mengambil tes

f.        pemahaman mekanisme tes

g.       faktor panas, cahaya, ventilasi, dan lain sebagainya

4

Karakteristik khusus yang temporer seperti :

Khusus yang berkaitan dengan tes secara keseluruhan

a.       pemahaman terhadap petunjuk tes

b.      trik atau teknik-teknik mengatasi tes

c.       pengalaman/latihan menghadapi tes terlebih lagi dalam tes psikomotor

d.      kebiasaan menghadapi sebuah tes

Khusus yang berkaitan dengan soal

a.       fluktuasi ingatan yang dimiliki peserta didik

b.      hal-hal yang berkaitan dengan perhatian dan keakuratan

5

Faktor penyelenggaraan

a.       waktu, bebas dari gangguan, dan petunjuk yang jelas

b.      pengawasan

c.       penskoran

6

Faktor yang tidak pernah diperhitungkan

a.       keberuntungan karena faktor menebak

b.      mengingat soal yang telah dilihatnya

 

*disarikan dari berbagai sumber